Latest Entries »

Bagi guru kimia, BAB “larutan elektrolit dan non elektrolit” adalah salah satu praktikum dasar bagi siswa SMA,  tapi masalahnya adalah alat uji elektrolit atau elektrolit tester yang tidak di miliki semua sekolah. sebenarnya ini adalah hal mudah, kita bisa membuatnya sendiri, dibantu dengan kreatifitas siswa. Berikut akan saya jelaskan caranya.

 

Pertama-tama tentu kita butuh bahan-bahan untuk membuat alat tersebut, yaitu:

  1. Adaptor listrik dari 1,5-12 volt, bisa di dapatkan dari harga Rp. 20.000-Rp.60.000, tergantung kualitas.    Gunakan yang memiliki arus 1000mAh, semakin besar mAh, maka akan semakin baik alat bekerja.
  2. Kabel secukupnya.
  3. boklam lampu senter ukuran 3 atau 5 volt.
  4. 2 buah batang karbon (bisa di dapatkan dari isi tengah batu baterai)
  5. pitting colokan listrik dan saklar.
  6. box bekas booster tv untu wadah boklam.

Kemudian susun alat dengan urutan, salah satu kabel dari adaptor di arahkan ke saklar (untuk memutuskan dan menyambung arus) kemudaian di sambungkan ke lampu boklam, lalu terakhir ke salah satu batang karbon. kemudian kabel satunya langsung di arahkan ke batang karbon, sesuaikan panjang kabel, kemudian susun batang karbon dalam colokan listrik (besi colokan di ganti batang karbon). setelah itu susun lampu dan saklar dalam  booster bekas supaya rapi.

 

setelah itu bisa kita uji, colokan adaptor ke listrik (ingat, adaptor, bukan batangkarbonnya), lalu sesuaikan voltase ke 6 atau 7,5 volt. ujilah larutan yang akan di uji. gunakan larutan uji air garam dapur, supaya hasil bisa terlihat maksimal apakah lampu hidup dan ada gelembung. jika berhasil maka lampu akan menyala dan akan ada gelembung di elektrode. berikut adalah penampakan gambar. selamat mencoba…Image

Image

 

Sekitar 2 bulan yang lalu, si mbah Pro (mega pro lansiran 2003), saya ganti dengan ban ukuran 120/80 merk lokal, semula tenaga mesin si mbah masih lumayan ketika masih menggunakan ban kecil standar, begitu di ganti dengan ban besar, tenaga si mbah semakin merosot, rupanya pengaruh penggunaan ban besar ini sangat besar terhadap tenaga motor.

 

suatu ketika ketika saya berangkat bekerja, ke arah unit II kabupaten Bulang Bawang, pagi itu saya bekerja dengan menggunakan simbah, bukan menggunakan TigRed (Honda Tiger Merah lansiran 2008), saya sebenarnya bukan berniat kebut-kebutan, tapi karena saya mengejar waktu bekerja maka saya memacu simbah sekencang-kencangnya (topspeed mbah cuma kurang dari 110 kmph, dengan tarikan yang lelet, di tambah badan saya yang besar), dari belakang ada jupiter mx model lama (yang saya bilang alay) ngebut dengan gaya balapan jalanan, potong sana potong sini, sebenarnya saya bukan mau mengejar dia, tapi karena saya memang terburu-buru maka saya tetap memacu motor saya cepat. Rupanya orang tersebut menganggap saya menantang dia, maka dia tetap dengan gaya alay-nya ngebut sambil memotong mobil dan kendaraan lain di sekitarnya (padahal waktu itu banyak truk besar dan bus lintas provinsi), saya masih memacu simbah dengan normal.

 

Akhirnya ada trek kosong dan lurus, dan saya memacu motor saya dengan sebisanya (masih dengan alasan mengejar waktu :D), disitu saya mulai mengejarnya sedikit demi sedikit, hingga akhirnya mampu menyusuklnya, walaupun dengan sangat perlahan. setelah itu saya lihat dia tidak berusaha mengejar saya lagi (mungkin sudah sadar).  akhirnya saya sampai di kontrakan dengan selamat, dan mengucap syukur kepada Tuhan, atas perlindungannya terhadap kebodohan saya tadi.

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.